Cara Menghemat Listrik Bulanan Tanpa Ganti AC Baru

Hemat listrik bulanan tanpa ganti AC baru: atur suhu ideal, bersihkan filter, optimalkan ruangan dan pakai timer untuk biaya lebih rendah setiap hari.

Feb 2, 2026 - 17:25
 2
Cara Menghemat Listrik Bulanan Tanpa Ganti AC Baru
cara menghemat listrik bulanan tanpa ganti ac baru

Tagihan listrik naik padahal pemakaian AC terasa “biasa saja”? Tenang cara menghemat listrik bulanan tanpa ganti AC baru sangat mungkin dilakukan. Kuncinya bukan sekadar “lebih jarang menyalakan”, tapi membuat AC bekerja lebih efisien: ruangan cepat dingin, suhu stabil, dan kompresor tidak bekerja berat sepanjang waktu.

Kenapa AC Bisa Bikin Listrik Boros?

AC paling banyak makan daya saat kompresor bekerja keras. Bebannya meningkat ketika ruangan panas dari awal, komponen kotor, ruangan “bocor” panas (pintu/jendela sering terbuka), atau setelan suhu terlalu rendah.

1) Atur Suhu Ideal: 24–26°C Itu “Sweet Spot”

Menyetel AC ke 16–18°C memang terasa cepat, tapi biasanya membuat kompresor bekerja lebih lama. Untuk kebanyakan ruangan, 24–26°C sudah nyaman jika sirkulasi udara benar.

Tips praktis:

  • Mulai dari 26°C selama 10–15 menit pertama.

  • Setelah nyaman, turunkan perlahan ke 25°C atau 24°C bila perlu.

  • Kalau ada, aktifkan Eco/Energy Saver.

Trik hemat yang sering berhasil: pakai kombinasi 25–26°C + kipas angin agar sejuk terasa tanpa menurunkan suhu ekstrem.

2) Pilih Mode yang Tepat: Cool, Dry, Fan

  • Cool: mendinginkan (umumnya paling sering dipakai).

  • Dry: menurunkan kelembapan; sering terasa lebih nyaman di cuaca lembap.

  • Fan: hanya kipas indoor untuk sirkulasi ketika ruangan sudah adem.

Coba pakai Cool saat siang panas, dan uji Dry saat malam lembap. Banyak orang merasa “ademnya” mirip karena kelembapan turun.

3) Gunakan Timer: Potong Jam Nyala Tanpa Drama

Kalau AC nyala semalaman, timer adalah senjata utama.

Tambahan tip: kalau kamu sering lupa mematikan AC saat ketiduran, timer adalah “pengaman” terbaik. Untuk siang hari, gunakan timer off 30–60 menit sebelum kamu keluar rumah. Kalau ruangan sudah dingin, menaikkan suhu 1–2°C lalu menyalakan timer juga membantu menjaga nyaman tanpa AC bekerja terus-menerus.

Rumus sederhana untuk tidur:

  • Set timer off 2–4 jam setelah tidur.

  • Jika perlu, set timer on 30 menit sebelum bangun.

4) Bersihkan Filter AC Rutin (Dampaknya Paling Cepat Terasa)

Filter kotor menghambat aliran udara. Efeknya: AC lama dingin, hembusan lemah, kompresor bekerja lebih lama → listrik naik.

Checklist perawatan ringan:

  • Bersihkan filter tiap 2–4 minggu (lebih sering jika rumah berdebu/punya hewan).

  • Cuci pakai air mengalir, keringkan, pasang kembali.

Jika AC sudah lama tidak diservis, evaporator (indoor) dan kondensor (outdoor) juga bisa penuh debu/kerak. Di kondisi ini, cuci/servis berkala sering jadi langkah hemat karena efisiensi AC kembali naik.

5) Pastikan Aliran Udara Tidak Terhalang

AC bekerja efektif kalau udara dingin bisa menyebar. Hindari menaruh lemari tinggi, gorden tebal, atau dekorasi tepat di depan hembusan.

Quick win:

  • Sisakan ruang 50–100 cm di depan indoor unit.

  • Aktifkan swing agar udara menyapu ruangan.

  • Bersihkan debu yang menumpuk di kisi-kisi.

6) “Kunci” Dingin di Dalam: Minimalkan Kebocoran Panas

Kalau panas terus masuk, AC akan mengejar suhu tanpa henti.

Yang bisa kamu lakukan:

  • Tutup rapat celah pintu/jendela (door seal karet murah tapi efektif).

  • Pakai gorden tebal/blackout di jendela yang kena matahari.

  • Tutup pintu ruangan saat AC menyala (buat “zona dingin”).

  • Kurangi buka-tutup pintu, terutama siang hari.

7) Atur Kecepatan Kipas dan Arah Hembusan

Pengaturan kipas bisa mempercepat pemerataan udara dingin sehingga kompresor tidak kerja terus.

  • Awal menyalakan AC: kipas High + swing aktif.

  • Setelah nyaman: turunkan ke Medium/Low agar stabil.

Arah hembusan umumnya sedikit ke atas, supaya udara dingin turun dan berputar alami.

8) Unit Outdoor Juga Harus “Bernapas”

Outdoor membuang panas. Kalau outdoor terhalang atau sirkulasinya buruk, efisiensi turun dan konsumsi listrik naik.

Jika outdoor kena matahari langsung, beri peneduh sederhana (kanopi) asal tidak menutup sisi-sisi ventilasi. Outdoor yang lebih sejuk biasanya lebih efisien.

Cek ini:

  • Jangan menumpuk barang dekat outdoor.

  • Bersihkan area sekitar dari daun dan debu.

  • Pastikan ada ruang sirkulasi (jangan mepet tembok/pagar terlalu rapat).

8B) Kurangi Sumber Panas di Dalam Ruangan (Bonus Hemat)

Kadang AC terasa boros bukan karena unitnya bermasalah, tetapi karena ruangan terus “dipanaskan” dari dalam. Contohnya: rice cooker mode warm, dispenser panas, setrika, hair dryer, oven listrik, sampai PC/console yang dipakai lama. Semua perangkat itu membuang panas ke udara, sehingga AC harus bekerja ekstra untuk menurunkan suhu.

Coba lakukan ini saat AC menyala:

  • Pindahkan aktivitas panas (menyetrika/masak) ke area lain atau jadwalkan sebelum AC dinyalakan.

  • Gunakan lampu LED (lebih dingin dibanding bohlam tertentu).

  • Matikan perangkat standby yang tidak dipakai (TV, charger, soundbar) jika memungkinkan.

Langkah kecil ini sering bikin ruangan lebih cepat adem, jadi durasi kerja kompresor berkurang.

9) Kenali Tanda AC Sudah Tidak Efisien

Kalau kamu sudah melakukan tips di atas tapi AC tetap boros, perhatikan tanda ini:

  • Dingin lama padahal setting sudah rendah.

  • Hembusan lemah, bau apek, atau outdoor makin bising.

  • AC sering nyala-mati cepat (short cycling) atau kompresor “jalan terus”.

  • Ada tetesan air atau embun berlebihan.

Di kondisi seperti ini, langkah paling hemat sering kali adalah cuci AC/servis supaya performa kembali normal. Kalau butuh teknisi profesional untuk pengecekan yang jelas, kamu bisa mempertimbangkan layanan servis AC seperti AbangBenerin.

Rencana 7 Hari Biar Konsisten

  1. Set suhu 26°C → turun ke 25°C, aktifkan swing.

  2. Pasang timer tidur (off 3 jam).

  3. Bersihkan filter.

  4. Rapikan penghalang hembusan AC.

  5. Perbaiki kebocoran panas (gorden, celah pintu).

  6. Cek outdoor (bersihkan area, pastikan sirkulasi).

  7. Evaluasi: ruangan lebih cepat dingin? jam nyala berkurang?

FAQ Singkat

Apakah menaikkan suhu 1°C berpengaruh?
Biasanya iya. Beban kompresor lebih ringan, apalagi jika ruangan tidak bocor panas.

Mode Dry selalu lebih hemat?
Sering membantu saat lembap, tetapi tetap tergantung kondisi ruangan dan kenyamanan kamu.

AC kecil lebih hemat?
Belum tentu. AC yang kekecilan untuk ruangan besar justru bekerja lebih berat dan bisa lebih boros.

Penutup

Cara menghemat listrik bulanan tanpa ganti AC baru dimulai dari kebiasaan kecil: set suhu realistis (24–26°C), pakai timer, bersihkan filter, pastikan aliran udara lancar, dan “kunci” dingin di dalam ruangan. Jika performa AC sudah menurun, servis berkala sering menjadi investasi yang cepat balik karena pemakaian listrik lebih efisien.

Coba jalankan rencana 7 hari di atas. Setelah itu, evaluasi lagi dan sesuaikan kebiasaan. Tagihan listrik yang lebih bersahabat biasanya akan menyusul.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0