Apa itu Penyakit ‘Ain’ dalam Islam: Memahami Konsep dan Perlindungan Spiritual

55
ilustrasi Masjid
ilustrasi Masjid
ilustrasi Masjid

Wartaholic.com – Dalam konteks Islam, penyakit “ain” sering kali dikaitkan dengan konsep “ain al-hasad” atau “ain al-Hasid” yang diterjemahkan sebagai “pandangan yang buruk” atau “pandangan yang penuh iri”. Ini merujuk pada keyakinan bahwa pandangan yang penuh iri atau mata yang jahat dari orang lain dapat menyebabkan kemalangan, kegagalan, atau penyakit pada seseorang yang menjadi sasaran pandangan tersebut.

Dalam Islam, kita dianjurkan untuk percaya bahwa segala sesuatu terjadi dengan izin dan kehendak Allah, dan penyakit dan musibah bukanlah hasil langsung dari pandangan atau iri hati orang lain.

Dalam Islam, untuk melindungi diri dari segala macam gangguan atau kemungkinan pengaruh negatif, disarankan untuk berpegang teguh pada iman, melakukan doa, membaca ayat-ayat Al-Qur’an, mengamalkan sunnah Nabi Muhammad SAW, dan mengandalkan perlindungan Allah SWT.

Penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental dengan menjalani gaya hidup yang sehat, mencari perawatan medis yang diperlukan, dan mengandalkan Allah SWT dalam segala situasi. Jika Anda memiliki kekhawatiran khusus tentang isu kesehatan atau spiritual, disarankan untuk berkonsultasi dengan seorang ulama atau tokoh agama yang terpercaya.

 

Hadist Riwayat Tentang Penyakit Ain

  1. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: “Jauhilah ‘ain (mata yang jahat), karena ‘ain itu dapat menjatuhkan (orang) ke dalam jurang.” (HR. Bukhari)Hadis ini mengingatkan kita untuk menjauhkan diri dari mata yang jahat atau pandangan yang buruk, karena dapat memiliki dampak negatif pada kehidupan seseorang.
  2. Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda: “Janganlah kalian saling mendengki, janganlah kalian saling hasut, janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling berpaling, dan hendaklah kalian menjadi hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim yang lain; ia tidak menzalimi saudaranya dan tidak menyerahkan saudaranya kepada musuh. Barangsiapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhan-Nya. Barangsiapa yang melepaskan penderitaan seorang Muslim, maka Allah akan melepaskan penderitaannya pada Hari Kiamat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang Muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim)Hadis ini menekankan pentingnya ukhuwah (persaudaraan) di antara umat Muslim, dan melarang tindakan iri hati, hasad, dan fitnah. Menjaga hubungan yang baik dan saling membantu dalam kebaikan merupakan prinsip yang ditekankan dalam hadis ini.

Dalam kedua hadis ini, kita diperintahkan untuk menjaga hati dan menjauhkan diri dari tindakan iri hati atau hasad yang dapat merugikan orang lain. Perlindungan dari pengaruh negatif “ain” dalam Islam melibatkan menjaga hubungan yang baik, saling membantu, dan menghindari tindakan yang dapat menyebabkan iri hati atau kebencian antara sesama Muslim.

Penting untuk mencari pemahaman yang tepat dan menyelaraskan tindakan kita dengan ajaran-ajaran Islam yang berlaku dalam menjaga hati dan menghindari iri hati.

Apa Penyebab Penyakit Ain ?

Ilustrasi Ain
Ilustrasi Ain, sumber: Getty Images

Menurut M. Saifudin Hakim dan Siti Aisyah ismail dalam Thibbun Nabawi, penyebab penyakit ain adalah pandangan mata yang hasad/dengki atau kagum/takjub kepada anak-anak.

Ibnu Qayyim al–Jauziyah rahimahullah menjelaskan bahwa penyakit ain bisa saja terjadi tanpa harus melihat secara langsung. Ia mengatakan, “Jiwa orang yang menjadi penyebab penyakit ain bisa saja menimbulkan penyakit ain tanpa harus dengan melihat secara langsung. Bahkan, terkadang ada orang buta lalu dideskripsikan sesuatu kepada orang buta tersebut dan jiwanya bisa menimbulkan penyakit ain meskipun dia tidak melihatnya.”

Bagaimana Ciri-Ciri Penyakit Ain?

Ilustrasi Ain
Ilustrasi Ain, Sumber: Getty Images

Seperti penyakit lainnya, penyakit ain juga mempunyai beberapa ciri-ciri. Tanda terkena gangguan ain menurut Syaikh Abdul Azi As-Sadhan Hafidzahullahu adalah jika bukan karena penyakit jasmani atau penyakit medis yang menimpa, maka umumnya dalam bentuk seperti:

  1. Wajah pucat.
  2. Sering berkeringat dan buang air kecil.
  3. Mati rasa.
  4. Panas dan dingin di anggota badan.
  5. Sakit kepala yang berpindah-pindah.
  6. Nafsu makan lemah.
  7. Rasa sakit yang berpindah dari punggung hingga bahu.
  8. Detak jantung yang cepat dan tidak beraturan.
  9. Perilaku yang berlebihan.
  10. Bersedih dan merasa sesak di dada.
  11. Berkeringat setiap malam hari.
  12. Menguap atau terengah-engah.
  13. Sering bersendawa.
  14. Menyendiri dan suka mengasingkan diri sendiri.
  15. Diam dan malas bergerak.
  16. Adanya masalah kesehatan tertentu tanpa ada sebab-sebab medis.
  17. Terlalu banyak tidur.

Cara Menghindari Penyakit Ain Dalam Islam

Dalam Islam, beberapa langkah yang dapat diambil untuk melindungi diri dari pengaruh negatif “ain” atau “ain al-hasad” adalah sebagai berikut:

  1. Kuatkan Iman: Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT adalah langkah penting. Tetap terhubung dengan Allah melalui ibadah, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan memperbanyak dzikir dapat membantu melindungi diri dari pengaruh negatif.

  2. Perlindungan dengan Doa: Berdoa dan meminta perlindungan Allah SWT dari segala bentuk kejahatan dan gangguan adalah tindakan yang dianjurkan. Selalu berdoa untuk perlindungan diri sendiri, keluarga, dan orang-orang yang Anda cintai.

  3. Bacaan Al-Qur’an: Membaca ayat-ayat Al-Qur’an, terutama surah-surah perlindungan seperti Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas, diyakini memiliki kekuatan spiritual dalam melindungi diri dari pengaruh negatif.

  4. Mengamalkan Sunnah Nabi: Mengikuti dan mengamalkan sunnah Nabi Muhammad SAW dapat membawa barakah dan melindungi diri dari pengaruh negatif. Mengikuti contoh-contoh dari Nabi dalam berperilaku, berinteraksi dengan orang lain, dan menjaga kesehatan fisik dan spiritual adalah bagian dari perlindungan tersebut.

  5. Menjaga Kebersihan dan Keharmonisan: Menjaga kebersihan fisik dan spiritual, serta menjaga keharmonisan dalam hubungan dengan orang lain, juga merupakan cara untuk melindungi diri dari pengaruh negatif. Jaga kebersihan rumah, diri sendiri, dan lingkungan sekitar.

  6. Tawakkal kepada Allah: Percayalah bahwa segala sesuatu terjadi dengan izin dan kehendak Allah SWT. Tawakkal kepada Allah dalam setiap situasi dan mengandalkan-Nya untuk perlindungan dan keberkahan adalah langkah penting dalam menghindari pengaruh negatif.

Penting untuk diingat bahwa perlindungan sejati datang dari Allah SWT, dan upaya yang kita lakukan dalam menjaga kesehatan fisik dan spiritual adalah bentuk taat kepada-Nya. Tetap berpegang teguh pada ajaran Islam, memohon perlindungan Allah, dan berupaya menjalani hidup sesuai dengan tuntunan-Nya adalah cara terbaik untuk melindungi diri dari pengaruh negatif “ain” dalam konteks spiritual Islam.